25-Augustus-2009 15:14:19
Binjai(Humas)
Pemerintah Kota Binjai sedang menyiapkan draft Rencana Kontijensi Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza (H5N1 / H1N1) Kota Binjai Tahun 2009. Draft disusun oleh tim yang berasal dari sejumlah instansi antara lain Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dr. Mahaniari Manalu, MKes, kepala bagian Kesra Drs. Hendry dan dari Polresta Binjai. Walikota Binjai HM. Ali Umri SH MKn, diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Wahyudi SH saat membuka rapat pembahasan draft, Rabu (19/08) di aula Pemko Binjai mengatakan draft ini nantinya akan menjadi pedoman kesiapsiagaan Pemko Binjai dalam menghadapi pandemi influenza.
Menurut Mahaniari Manalu virus influenza terus berubah sehingga tubuh manusia tidak punya kekebalan terhadapnya. Saat ini flu babi (H1N1) sedang mendapat perhatian dunia karena banyaknya jumlah penderita yang tertular . Namun meski penyebarannya cepat, flu babi tidak mematikan. Berbeda dengan flu burung (H5N1) dimana angka kematiannya mencapai 80 persen. Dari 141 kasus flu burung di Indonesia, yang meninggal sebanyak 115 orang yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus kematian akibat flu burung terbanyak di dunia.
“Tingginya jumlah kematian akibat flu burung sangat mengkhawatirkan mengingat saat ini penularan virus flu burung masih pada fase ketiga yaitu dari unggas ke manusia. Bayangkan jika virus flu burung bisa menular dari manusia ke manusia,”katanya
Mahaniari Manalu mengatakan baik flu burung maupun flu babi gejalanya sama dengan flu biasa yaitu demam tinggi selama beberapa hari tidak sembuh, pilek dan tenggorokan sakit. Namun jika penderita ada melakukan kontak dengan unggas yang mati mendadak, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Untuk mencegah penularan flu H5N1 dan H1N1, masyarakat disarankan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin dan menerapkan perilaku hidup bersih. |