Indeks Menu
 Halaman Depan
 Selayang Pandang
 Pemerintahan
 Kecamatan
 Perda
 Kependudukan
 Infrastruktur
 Ekonomi
 Sosial Budaya
 Pariwisata
 Profil SKPD
 ********************
 berita
 Hubungi Kami
 Bukutamu
 Permainan
 ********************
 Website Terkait
 Buku Sekolah Elektronik
 Email

September 2010
S S R K J S M
30311 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
Bulan ini

Pemadam Kebakaran

113, 8821935

Polresta

8827969, 8822608

Polsek
Binjai Utara

8825259

Binjai Kota

8828832

Binjai Timur

8828019

Binjai Selatan

8828297

Binjai Barat

8829640


Login
Nama:
Kata kunci:

Jumlah Pengunjung
4187906 Pengunjung

Browser Dipakai
Tambahkan pada Favorit
Buat Halaman Rumah

Pemko Binjai Siapkan Rencana Kontijensi Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza   PDF  Cetak  E-mail
Ditulis oleh Pengelola  
25-Augustus-2009 15:14:19

Binjai(Humas)

Pemerintah Kota Binjai sedang menyiapkan  draft  Rencana  Kontijensi Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza  (H5N1 / H1N1) Kota Binjai Tahun 2009.  Draft  disusun  oleh  tim yang  berasal dari sejumlah instansi antara  lain Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan  Penyakit  dr. Mahaniari  Manalu, MKes,  kepala  bagian  Kesra  Drs. Hendry  dan dari Polresta  Binjai.

Walikota Binjai HM. Ali Umri SH MKn, diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Wahyudi SH  saat  membuka rapat pembahasan draft,  Rabu (19/08)  di aula Pemko  Binjai mengatakan draft ini nantinya  akan  menjadi pedoman  kesiapsiagaan  Pemko  Binjai  dalam  menghadapi pandemi influenza.

Menurut  Mahaniari Manalu   virus  influenza terus berubah  sehingga   tubuh manusia  tidak  punya kekebalan  terhadapnya. Saat  ini  flu   babi (H1N1)  sedang mendapat perhatian dunia karena banyaknya   jumlah penderita yang tertular . Namun meski penyebarannya  cepat,  flu babi tidak mematikan. Berbeda  dengan  flu burung (H5N1) dimana angka kematiannya mencapai 80 persen. Dari  141  kasus  flu burung  di Indonesia, yang meninggal sebanyak  115 orang yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus  kematian akibat flu burung terbanyak di dunia.

“Tingginya  jumlah kematian akibat  flu burung  sangat mengkhawatirkan mengingat saat ini  penularan  virus flu burung masih  pada  fase ketiga yaitu dari  unggas ke manusia. Bayangkan   jika  virus   flu burung    bisa menular  dari manusia ke manusia,”katanya

Mahaniari Manalu mengatakan baik flu  burung  maupun flu babi  gejalanya sama dengan flu biasa yaitu demam tinggi selama  beberapa hari  tidak sembuh, pilek dan tenggorokan  sakit. Namun jika penderita ada melakukan kontak dengan unggas yang mati mendadak, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke  puskesmas atau rumah sakit. Untuk mencegah penularan  flu H5N1 dan H1N1,  masyarakat   disarankan  untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi  vitamin dan menerapkan perilaku hidup  bersih.

 



Pemerintah Kota Binjai
Jl. Jend. Sudirman no. 6 Binjai Sumatera Utara
Webmaster : binjai3@binjai.go.id