|
MULAI JANUARI 2010, TAK ADA LAGI MINYAK TANAH BERSUBSIDI DI BINJAI
|
|
|
 |
|
Ditulis oleh Pengelola
|
|
|
|
26-Januari-2010 09:14:16
Binjai (Humas)
Tim konversi Minyak Tanah Kota Binjai akan merumuskan besaran Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji isi 3 kg yang nantinya akan disahkan dengan Surat Keputusan Walikota Binjai. Penetapan HET bertujuan untuk mengatasi masalah disparitas harga elpiji bersubsidi yang harganya dipasaran sangat bervariasi. Hal ini disampaikan Walikota Binjai diwakili Asisten bidang perekonomian Wahyudi SH pada rapat evaluasi konversi BBM minyak tanah ke gas, Selasa (12/01) di balaikota. Rapat dihadiri pihak Pertamina diwakili Sales representative gas domestik Pertamina Region I Dwi Manoveri, sales representative BBM retail Teuku Deski Arifin. Hadir pula para agen dan pangkalan minyak tanah dan instansi terkait. Wahyudi didampingi kabag perekonomian Lily Carolina minta pertamina menertibkan penjualan elpiji 3 kg. Soalnya penjualan elpiji kini tidak hanya dilakukan agen dan pangkalan tapi juga di warung- warung. Akibatnya banyak penjual yang menetapkan harga sesuka hati. Selain itu banyak masyarakat yang mengeluhkan isi tabung kurang dari 3 kg.
Menurut Sales representative gas domestik Pertamina Region I Dwi Manoveri program konversi minyak tanah ke elpiji di Kota Binjai telah 100 persen. Karena itu mulai Januari 2010 pihaknya tidak lagi menyalurkan minyak tanah bersubsidi di Kota Binjai dan dialihkan ke penyaluran minah non subsidi yang harga jualnya dari pertamina sebesar Rp.6500,. Namun harga ini bisa berubah tiap minggu sesuai harga minyak dunia.
Minyak tanah non subsidi berwarna ungu. Namun masyarakat juga harus mewaspadai adanya minyak tanah yang dicampur solar dijual dengan harga non subsidi. Soalnya ulah orang –oarnag yang tidak bertanggungjawab seperti ini bisa merusak kompor. Tindakan mencampur minyak tanah dengan premium juga dilarang karena bisa mnyebabkan kompor meledak.
|
Pemerintah Kota Binjai
Jl. Jend. Sudirman no. 6 Binjai Sumatera Utara
Webmaster :
binjai3@binjai.go.id